Tips Mengganti Popok Merries Diapers Indonesia Menjadi Lebih Mudah

Rutinitas orang tua dalam mengganti popok bayinya bisa menjadi kegiatan yang menyusahkan dan bisa menguras banyak tenaga, untuk itu perlu mengetahui cara yang lebih mudah dalam mengganti popok Merries Diapers Indonesia. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah tetap mengalihkan perhatian sang bayi dengan mainan yang bisa digenggam. Jika bayi tetap menangis dan meronta ketika mengganti popok, gantungkan perangkat selular di atas tempat penggantian popok. Continue reading

Membuat Waktu Pergantian Popok Merries Diapers Indonesia Menjadi Aman

Orang tua pada umumnya akan melakukan proses pergantian popok Merries Diapers Indonesia yang sering selama sekitar 2 tahun 6 bulan. Perkiraan ini tentu saja membuat keamanan dalam rutinitas proses pergantian popok merupakan bagian yang penting. Beberapa orang tua merasa mudah untuk mengganti popok bayinya di tempat yang sama setiap kali ketika berada di rumah. Ada juga orang tua yang memilih memiliki tas perlengkapan yang bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Continue reading

Tips Mempersiapkan Mengganti Popok Merries Diapers Indonesia

Untuk orang tua yang akan mempunyai anak pertamanya, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah mengetahui langkah-langkah mengganti popok. Sebelum masuk ke dalam langkah-langkah mengganti popok, yang perlu dipersiapkan adalah popok Merries Diapers Indonesia. Orang tua diperkirakan akan mengganti popok yang basah 12 kali sehari, sehingga orang tua diminta untuk membeli beberapa paket popok untuk menghemat uang. Continue reading

Menjaga Bayi Tetap Tenang Ketika Mengganti Popok Merries Diapers Indonesia

Bayi bagaikan boneka yang penuh dengan energi, mereka tidak mau tetap diam ketika ingin mengganti popok Merries Diapers Indonesia. Mereka melakukan berbagai cara untuk menyulitkan orang tua dalam mengannti popok mereka seperti menangis, menggerak-gerakkan badan dan bahkan merangkak menjauhi orang tua. Akibatnya masalah yang seharusnya sederhana menjadi pertarungan antara orang tua yang ingin mengganti popok dengan bayi yang tidak mau diam. Continue reading

Tari Pendet

Tari Pendet adalah salah satu jenis tari-tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Bali. Pada awalnya tari ini dilaksanakan dalam upacara keagamaan di tempat tertentu, seperti pura. Tariannya ditarikan oleh penari perempuan, sambil membawa bunga, nasi, dan dupa kepada dewa yang bersemayam di salah satu altar. Pada tahun 1950-an, ketika Soekarno dan tamu negara mengunjungi Bali, muncul kebiasaan menyambut mereka di lapangan udara dengan acara tarian Pendet besar-besaran. Lalu, pimpinan Hotel Bali Beach mengambil keputusan untuk membuka acara Legong Dance dengan Pendet, sebagai sambutan untuk tamu-tamunya. Pada waktu instansi-instansi agama Hindu bereaksi keras: mereka memandang hal itu sebagai pencemaran, oleh karena wisatawan-wisatawan nampak disetarakan dengan para dewa. Sehingga pada tahun 1970-an, I Wayan Beratha, seorang koreografer dari KOKAR, atas permintaan instansi agama itu, menciptakan suatu kreasi baru yang diilhami oleh Pendet, tetapi dalam gaya Kebyar. Belakangan dikenal sebagai Panyembrama-yaitu acara penyambutan tamu dalam bahasa Kawi-atau “Tari Selamat Datang”, tarian baru itu kini sudah menggantikan tarian ritual lama sebagai pembukaan pertunjukan pariwisata.

Menurut budayawan Prof. Wayan Dibia, Tari Pendet dibawakan secara kelompok oleh kaum putri dalam sebuah ritual Dewa Yadnya. Secara etimologi, kata pendet diperkirakan berasal dari pundut/pikul (sesajen) untuk menyongsong turunnya Ida Betara-Betari. Jadi, penari Pendet membawa sebentuk sesajen.

Dilihat dari gerakan-gerakannya yang simpel, tari ini bisa disebut sebagai tari dasar dari jenis tari-tarian lainnya yang lebih lengkap. Beberapa nama gerakan dalam Tari Pendet adalah gerak ngumbang, ngelung/agem, ngegol, nyeregseg, gelatik nuut papah, nyalud, sledet, dan ngotag leher.

Tari Pendet merupakan tarian kelompok yang dibawakan dengan penuh semangat dan ekspresif. Tari Pendet ditarikan dengan liukan badan yang gemulai serta suasana riang gembira. Setiap penari membawa bokor (piring besar yang cekung, bertepi lebar, dan biasanya terbuat dari logam) yang diisi dengan bunga untuk ditaburkan. Seperti tari Bali lainnya, Tari Pendet banyak menggunakan gerakan mata yang disebut seledet, gerak tangan, gerak kepala, gerak bahu, dan gerak kaki. Salah satu sikap menari disebut agem, yaitu sikap kedua kaki merengkuh pada posisi renggang dengan tangan ditekuk. Ciri khas tari ini adalah gerakan menaburkan bunga yang sebelumnya diawali dengan gerakan persembahan sambil duduk.

Tari Pendet diiringi oleh seperangkat alat gamelan Bali. Perangkat gamelan Bali berbeda dengan perangkat gamelan Jawa. Perangkat gamelan Bali antara lain: tarompong, reyong, bende, kempul, gong, kendang wadu, petuk, kendang lanang, cengceng, jublag, jagong, gangsa, ugal, kantil, dan gong kebyar. Penabuh gamelan biasanya dilakukan pria sambil duduk bersila, dan alat musik dimainkan dengan cara dipukul dengan pemukul khusus.